Thursday, 12 November 2015

Puisi - Tidak belajar

Aku kecewa
Dengan diriku sendiri
Betapa bodohnya aku
Selalu meremehkan pelajaran
Akibatnya nilaiku jelek

Aku menyesal
Tidak mendengarkan orang tua
Selalu berleha-leha
Membuang waktu yang diberi Tuhan untuk digunakan sebaik-baiknya

Aku berjanji akan belajar lebih giat lagi

Saturday, 7 November 2015

Puisi - Datangnya hujan

Orang-orang mulai bersorak gembira
Gersang mulai lenyap
Kekeringan tidak lagi menemani kami
Negeri ini seperti mendapatkan mukjizat yang luar biasa

Terimakasih hujan..
Karenamu tanah tidak kehausan lagi
Akhirnya kerinduanku padamu terbayar sudah
Tanaman pun kembali bangkit dari keterpurukannya

Terimakasih Hujan..
Karena engkau datang kembali
Membuat orang-orang tidak kesusahan lagi
Karenamu kami seperti orang yang 
dapat melunaskan hutang dalam sekejap



P.s : ini bisa dibilang puisi curhatan lanjutan yang kemarin. Entah mungkin puisi kemarin saya buat dari hati yang paling dalam dan akhirnya hujan juga hari sabtunya.

Sinopsis Novel - Negeri di Ujung Tanduk

Negeri di Ujung Tanduk
Judul                : Negeri di Ujung Tanduk
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 360 halaman
Terbit               : April 2013
Sinopsis           :

Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak 
peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.

Tapi di Negeri di Ujung Tanduk setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan.
Sekuel Negeri Para Bedebah (Anugerah Pembaca Indonesia 2012)
asd


Friday, 6 November 2015

Sinopsis Novel - Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Judul : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 halaman
Sinopsis :

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.


Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.


Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.


Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.


Puisi - Menunggu Hujan

Aku membuka mata melihat keadaan negeri ini
Gersang, gelisah dan kesusahan
Matahari berada tepat di atas kepala
Tanah merintih meminta minum

Tanaman hijau mulai merunduk 
Pohon-pohon menggugurkan daunnya
Semua orang berbondong-bondong 
Memburu setetes air 

Hujan...
Kapan engkau datang ?
Kami bagai tanaman 
Yang tidak diberi asupan makanan


Thursday, 5 November 2015

Sinopsis Novel - To All the Boys I've Loved Before

Judul                : To All the Boys I've Loved Before
Penulis             : Jenny Han
Penerbit           : Spring
Tebal               : 380 halaman
Sinopsis           :

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya. Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah  ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.

Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.
Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.